Letih ini tak jua menyurutkan jejakku.
Terus saja aku membingkai wajahmu dalam barisan detik yang menggelitik.
Sia-sia kucoba untuk meniadakanmu, sejenak saja.
Makin kulari, semakin kuhanyut dalam “ada” -mu. Kangen.

(dikutip dari Cinta itu, Kamu – Moammar Emka)

::just an ordinary me::

 
Advertisements