karya Luis Sepulveda


Harus memulai dari mana saya untuk membicarakan buku ini? Terkunci takjub saat membaca karya Luis Sepulveda.

Tertipu? Ya…sedikit tertipu. Karena judulnya. Dipikiran saya langsung membayangkan hidup Pak Tua akan seperti apa kala hanya menghabiskan waktu dengan membaca novel cinta. Dan….s**t pas baca paragraf awalnya, lho kisahnya satir gini. Menyinggung pemerintahan dengan bahasa komedi. Karena penasaran, saya terus menelusuri rangkaian huruf-huruf di buku ini dan saya hanya bisa bilang Amazing, Brilliant. Pantas buku ini memenangkan Hadiah Sastra.
Kajian kisah di buku ini sangat luas, jauh dari yang saya bayangkan. Bukan hanya sekedar kehidupan Pak Tua yang suka membaca. Lebih dari itu. Isu-isu politik, perambahan hutan, eksploitasi alam yang berlebihan.

Luis Sepulveda meramunya dengan Indah. Saya jadi tertawa melihat tingkah laku penduduk El Idilio yang mengejek Walikotanya. Belum lagi perasaan iba saat Pak Tua susah sekali membayangkan venesia dan gondola. Jujur, saya tidak habis pikir bagaimana jadinya membaca sebuah novel tetapi sulit membayangkannya? Dan penulisnya sukses membawa saya ke satu titik di mana saya merasa sedih yang mendalam. Di sinilah ‘Kisah Cinta’ yang sebenarnya terjadi.

Love it….

::just an ordinary me::

Advertisements