Dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan pilihan

Hal inilah yang ingin ditegaskan oleh Sannie B Kuncoro dalam bukunya Garis Perempuan. Dan, apakah perempuan bisa menentukan pilihannya sendiri? Walaupun pilihan itu melibatkan sesuatu yang mutlak dimiliki semua perempuan yaitu keperawanan?

Melalui sosok Ranting, Gendhing, Tawangsri dan Zhang Mey, penulis mengantarkan pembaca untuk menemukan jawabannya. Memaknai keperawanan dari sudut pandang yang berbeda. Toh, akhirnya pilihan itu ada di tangan kita, Perempuan.

***

Di akhir halaman, saya berpikir banyak hal mengenai keperawanan. Menjadi perawan apakah suatu pilihan apabila keperawan itu sendiri merupakan suatu komoditas?

Miris mengingat itu. Saat keperawanan menjadi komoditi, perempuan sebenarnya ada di posisi korban atau pelaku? Lingkungan sosial menghujat Perempuan sebagai pelaku padahal mungkin saat itu perempuan adalah korban. Trafficking, pemerkosaan -pemaksaan perenggutan keperawanan- apakah Perempuan memilih untuk mengalaminya?

::just an ordinary me::

Advertisements