Detail buku

Penulis: Chris Bradford
Penerjemah: Sujatrini
Penyunting: Nuraini Mastura
Ilustrasi Isi: Sweta Kartika

Penerbit: Hikmah (PT. Mizan Publika)
ISBN: 978-979-3714-59-2
Cetakan 1, Januari 2010

Sabishigaru
Sasurai muen
Mina hateru
Omoishiraseru
Taitougomen

***

Feeling lonely
Wandering alone in strange country, helpless
Everyone is dead
To have a revenge
Must become a non-samurai being granted be
privilege of wearing a sword

Tanka (puisi) oleh Kenji Sekiguchi, mengawali kisah lanjutan perjalanan hidup seorang bocah Inggris bernama Jack Fletcher. Setelah satu tahun tinggal di Jepang serta mendalami Jalan Hidup Ksatria, kali ini Jack harus memahami Jalan Hidup pedang untuk menjadi Samurai Sejati.

Dengan tetap memegang teguh Bushido; Integritas, Keberanian, Welas Asih, Hormat, Kejujuran, Martabat dan Kesetiaan; Jack ditantang untuk mengikuti ujian Lingkaran Tiga. Lingkaran Tiga bukan merupakan ujian layaknya ujian samurai biasanya. Di sini para samurai diuji tiga kekuatan; tubuh, pikiran dan jiwa.

Dibanding buku pertamanya, buku ini memang kurang greget walau tetap dengan mempertahankan detail bela diri yang akurat serta atmosfer kehidupan para Samurai-nya. Dan buku ini tetap mengajarkan filosofi kehidupan. Sampai-sampai saya berfikir, sebenarnya ini buku motivasi dalam bentuk novel atau novel motivasi?

Melalui Jack, pembaca diajarkan tanpa terkesan mengajari, berbagai hal dalam hidup. Seperti:

Rasa Takut; “jika seseorang melihat dengan mata hati, dan bukan mata di kepala, maka tak ada yang perlu ditakutkan”. p 123.

Rasa takut itu bukan untuk ditakuti tapi dihadapi, dengan keteguhan hati dan pikiran rasa takut akan berkurang, tidak hilang tapi berkurang. Karena sebenarnya Rasa takut itu sendiri adalah ketakutan. Pikiran kita lah yang mengatur ketakutan itu sendiri, dan hanya kita yang bisa menguasai pikiran kita sendiri. Saya jadi teringat momen saat saya mengikuti suatu training dan saya dikondisikan untuk berada dalam ketakutan saya sendiri, perlahan saya digiring ke suatu kondisi di mana saya bisa mendengar hati dan pikiran saya. Dengan keteguhan hati, saya bisa menghadapi rasa takut itu dan itu pula yang Jack lakukan untuk mengatasi rasa takutnya. Kekuatan Pikiran!!!

Yang paling saya ingat dalam kisah Young Samurai: The Way of The Sword ini adalah di mana Jack semakin merasa kalau dia tidak diterima dalam lingkungan sosial warga jepang. Jack melihat semakin banyak perbedaan, semakin merasa sendiri, semakin merasa tidak dihargai dan semakin merasa dikucilkan. Dan Jack membuktikan kalau Ia punya kekuatan untuk bangkit dan bertahan.

“Siapapun bisa menyerah Jack-kun, itu adalah hal termudah yang bisa dilakukan di dunia. Tapi untuk tetap bertahan saat orang lain menginginkan kau jatuh, itu baru kekuatan sejati”
p 175.

:: just an ordinary me ::

Advertisements