karya Chitra Banerjee Divakaruni

Buku ini telah memikatku dalam banyak hal:

Pertama, Cover yang menarik. Yup, terkadang mata saya suka sekali dengan keindahan cover suatu buku. Perpaduan warnanya seperti membawa saya ke Istana Khayalan. Cover aselinya juga keren..I Love Green šŸ™‚

Kedua, tokoh utamanya yaitu Drupadi. Saya suka Drupadi. Saya mengenal sosoknya saat membaca Mahabharata. Yang sedikit diceritakan *plus saya skimming juga* tapi sukses meninggalkan bekas di hati.

Ketiga, kata pembuka yang dikutip Divakaruni :
Siapa saudara perempuanmu? Akulah dia.
Siapa ibumu? Akulah dia.
Fajar merekah bagimu seperti juga bagiku.

Keempat, Catatan penulis yang mengantarkan saya masuk ke zaman dimana kisah Mahabharata di mulai.

Yup, Divakaruni sukses menulis kembali kisah agung Mahabharata dengan menggunakan sudut pandang Drupadi. Drupadi, Putri Raja Drupada yang kelahirannya dari dalam api, dimana kelahirannya akan merubah sejarah.

Membaca buku ini seakan-akan mendengar kisah Mahabharata dari mulut Drupadi sendiri, mengulik bagian-bagian yang mungkin tidak tersentuh oleh Byasa dalam Kitab Mahabharatanya. Emosi Drupadi yang dilibatkan dalam setiap penuturan. Bagaimana perasaannya saat kelahirannya yang telah membuat dia mengemban karma. Hubungan dengan ayah dan kakak tersayangnya. Penikahannya dengan Arjuna serta dengan ke-empat Pandawa. Hasrat cinta terpendamnya.Hubunngan dengan perempuan-perempuan penting dalam kehidupan Pandawa. Kedekatannya dengan Krishna dan yang terpenting perasaannya saat menyaksikan perang yang melibatkan semua orang yang Ia kasihi di Kurukshetra.

Sangat mengasyikan memandang Pandawa dari pikiran Drupadi, mereka terlihat manusiawi di mata saya. Bukan hanya tokoh Pandawa saja tapi semuanya, terlihat manusiawi. Apakah karena emosi yang sejak awal sudah ditanamkan Divakaruni melalui Drupadi? Sehingga saya ikut merasakan apa yang dirasakan dari setiap tokoh yang ada dalam kisah ini. Dan, akhirnya saya bisa memandang semua tokoh dari sisi yang berbeda. Bukan melihat siapa yang jahat ataupun siapa yang baik. Tapi lebih karena karma & takdir yang melingkari semua. Karma, what you get is what you give

Dan, akan selalu ada Krishna dalam setiap kehidupan kita šŸ™‚

:: just an ordinary me ::

 

Advertisements