Tahu dong karakter Joni di film “Janji Joni”? Ya..Joni sebagai seorang pengantar roll film untuk bioskop di mana dia harus kejar-keharan dengan waktu, agar roll film yang dia bawa bisa tepat waktu sampai di Bioskop berikutnya. Yup…itu yang gw rasakan saat mengalami petualangan yang sangat-sangat menakjubkan, tepatnya Sabtu kemarin, tanggal 15 Agustus 2009. Gw merasa seperti Joni dalam film “Janji Joni” berlari-lari mengejar waktu agar tidak telat nonton. Gw bersama dengan ke-dua teman gw, Mbak Roos dan Mbak Mia. Kami mengerjakan suatu ide gila yaitu Tour de Bioskop, menonton beberapa film di bioskop yang berbeda. Tour yang memakan waktu dari Sabtu siang hari hingga Minggu dini hari. Sudah bisa membayangkan ketegangannya?

Perjalanan di mulai dengan menonton “The Taking of Pelham 123” jam 14.40 di Senayan City. Film yang dibintangi oleh 2 aktor hebat Denzel Washington dan John Travolta. Ada kejadian lucu saat gw menonton film ini, berhubungan kita buru-buru dalam mengejar antrian tiket, gw khususnya tidak nyadar dengan poster film ini. Jadi saat tokoh yang dimainkan John Travolta keluar, gw gk nyadar itu John Travolta…hingga beberapa menit kemudian hmmm mungkin setengah jam kali ya, gw baru nyadar kalau itu John Travolta hahahaha *maaf ya temans*. Film pembuka tour, yang bener-bener mantabs dah, film action dengan pergantian scene yang cepat ampe gk bisa kedip dah gw. Tau-tau kepala gw pusing saking mata gk bisa istirahat hehehe Ada satu pertanyaan di akhir film ini, Uang 320 juta USDnya buat siapa ya?

Kelar film pertama, kita bertiga mengatur flow untuk film berikutnya, sambil memilih jam yang tidak bentrok di bioskop yang berbeda. Berbekal catatan kunci Mbak Roos dan web mobile, akhirnya tujuan kita berikutnya adalah Blok M Plaza untuk menonton “Merantau”. Penasaran dengan film yang katanya sih film silat keren. Ternyata..Duh….ekspetasinya ketinggian nih untuk film ini, yang ada gw bertiga cuman ngakak-ngakak gk jelas dan berisik karena memberi komen yang nggak-nggak. Gw akui untuk silatnya, keren hanya kok banyak scene dan dialog yang nggak penting yach dan sering diulang-ulang dialognya plus darah berwarna pink *lol* Kurang improvisasi sepertinya para pemain di film ini. Dan kekeselan memuncak saat di Ending yang berakhir tidak seperti yang diinginkan. Duh..kacau banget dah film ini.

Nah,,,kita rada dag dig dug nih dengan film ketiga yang akan kita tonton “Merah Putih” karena takut akan berakhir seperti Merantau. Sebelum melanjutkan, kita makan lesehan di depan Blok M Square karena biar gampang secara film berikutnya di Blok M Square. Tiba-tiba datang cowok yang mengaku imut dan lucu bernama Harun bergabung dengan kita *gk tiba-tiba seh, memang sudah janjian* hehehehe. Setelah perut kenyang, petualangan pun kita lanjutkan. Dan..kita melenggang dengan manis menuju bioskop dengan formasi bertambah satu orang :).

Alasan gw meminta untuk memasukan Merah Putih dalam jadwal tour de bioskop kali ini, adalah mau lihat Zumi Zola bow..giling sudah 2 tahun lebih kali gw gk lihat aktingnya. Dengan mata tak berkedip sedetik pun karena gk mau kehilang momen melihat cowok ganteng…yang ada gw heboh sendiri liat Zola hahahaha. Tapi kessseeelllllll karena Zola aka Surono harus mati, wah gw rada gk terima nih secara berarti di film ke dua dan ke tiganya gw gk bisa lihat Zola lagi hiks. Syukurnya, film ini melepas keraguan kita semua setelah melihat Merantau sebelumnya dan film ini tidak mengecewakan sama sekali. Worth it untuk wasting time and money melihat film ini. Film yang dikerjakan serius dah..dan pantas untuk kita tunggu film ke dua dan ke tiganya.

Hosh..hosh…belum berakhir nih…setelah selesai kita langsung meluncur ke Cilandak Town Square untuk menonton midnight, rada dag dig dug karena baru kelar dari Blok M Square jam 23.30 dan film berikutnya tayang jam 00.15.  Untung malam hari jadi jalanan Jakarta lancar..kita sampai Citos hanya dalam waktu 15 menit..Pak taksinya kita suruh nge-track. Sampai di Citos, film yang kita tuju belum terlalu ramai. Berhasil dech dapat tiketnya. “The Proposal” yang kita pilih sebagi film penutup dan itu merupakan film yang pas. Sumpah ini film beneran kocak abis, menghibur dan keren lha..komedi romantis yang sukses membuat penontonnya tidak berkedip sedikit pun. Aktingnya Sandra Bulock memang natural. Dengan tidak berhentinya tertawa, Touring kita berakhir sudah di jam setengah tiga dini hari. Rasa capek dan lelah mulai terasa, punggung sama mata kayanya sudah mati rasa semua hehehehe

Seru juga kalau mengingat pengalaman menjadi “Joni” ini..gila dah..bisa-bisanya ngejar film di bisokop berbeda. Besok-besok mau berencana untuk pindah bioskop beda wilayah hahahaha bisa gk ya? Ini aja ngejarnya sudah gk pake nafas hahahaha

Thanks to Mbak Roos, Mbak Mia dan Harun for a great adventure….masih sanggup nonton bisokop dalam waktu dekat ini hehehehe?

::just an ordinary me::

Advertisements