Seharusnya gw sdh berbagi cerita ini, tidak lama setelah gw menyelesaikan perjalanan ini. Tapi apa daya, kesibukan gw menghambat gw untuk berbagi pengalaman ini *sok sibuk padahal males hehehe* Berarti sudah lewat 5 bulan dari tanggal sebenarnya hihihi dan seperti biasa gw ngeles dengan kata andalan ”tidak ada kata basi untuk cerita dari gw”

2 Minggu sebelum hari H, gw terima sms dari Mbak Olin, Mizan Publisher. Pas baca smsnya rasanya mau tereak…kenapa ? karena mimpi gw jadi kenyataan, menikmati petualangan seperti yang Batu alami di Rahasia Meede. Tau dong seberapa dalam gw cinttaaa banget sama story di buku ini. Nah, akhirnya mimpi gw jadi kenyataan menapaki jejak yang tertinggal.

Acaranya sendiri di adakan 25 Januari lalu…*shy*, beberapa hari sebelumnya gw semakin gk bisa tidur menanti hari yang paling gw nanti-nanti. Onrust here I come dah…..Tepat 25 januari, di hari minggu pagi yang sangat cerah, petualangan gw dimulai. Bahkan petualangan itu sudah di mulai sejak gw di rumah. Kenapa ? this is a funny thing….dari hari sebelumnya air PAM di rumah gw mati yang notabene di kamar mandi tidak ada air..so hari gw di awali dengan mandi numpang di rumah tetangga, lengkap dengan handuk di sampirkan ke pundak..gayung yang penuh dengan peralatan mandi gw..kocak banget dech. Pagi buta jam 5 pagi, menggedor pintu tetangga untuk numpang mandi hahahahaha

Urusan mandi kelar…langsung gw berangkat menuju meeting point di Museum Sejarah Jakarta atau yang biasa di kenal dengan Gedung Fatahilah di daerah Kota. Menikmati indahnya pagi Jakarta melalui jendela TransJakarta dengan perasaan euphoria yang tak terbendung. Jam 7.30 gw sampe Fatahillah, memulai dengan daftar ulang ke Mbak Dahlia yang imutzzzz, dapet snack pagi *tau aja gw belum makan hahaha*, dapet goodie bag yang berisi kaos, id card, peta onrust dan beberapa buku terbitan Hikmah. Yang bikin gw sebel buku gretongan itu mengganggu kelenggangan gw..berat cuy….

Tepat Jam 8 acara di mulai dengan menuju suatu tempat terbuka di dalam Fatahillah, acara di buka seperi biasa dengan sambutan-sambutan. Dari situ juga gw baru tahu kenapa acara ini di adain tanggal 25 januari, karena bertepatan dengan tanggal peletakan batu pertama pembangunan Batavis Stadhuis aka Gedung Fatahillah. Btw, kaosnya langsung gw pake lho hehehehe…biar gk kaya anak ilang hahahaha. Nah, ini yang paling gw tunggu melihat sosok pencipta Kalek & batu yaitu ES Ito..tara…..ternyata itu yang namanya Ito……

And the story begin……….

Namanya juga napak tilas..setiap tempat yang kita singgahi pasti di awali dengan reading satu chapter yang merujuk ke tempat tersebut. Yang serunya setiap tempat di bahas dari mata Ito kenapa memilih tempat itu dan latarbelakangnya..plus digabung dengan penjelasan seorang ahli sejarah *maaf gw gk inget namanya hehehe gk sopan ya gw* jadinya semakin menyadar kalo karangan Ito itu cuman fiktif belaka..*maklum gw rada tersirep ama ceritanya hehehe*

Dalam lingkungan Fatahillah, gw dibawa ke suatu monumen yang bernama ”Monumen Pieter Eberveld” nah klo di buku monumen ini jadi setting dan latar belakang awal mula dari harta karun VOC. Cerita tentang Kampung Pecah Kulit juga bermula di sini. Tapi dari penjelasan Mas Sejarah, pecah kulit yang sebenarnya tuh karena di daerah ini ada pabrik kulit.

Perjalanan diteruskan menuju suatu daerah yang letaknya di luar gedung Fatahillah. Sayang banget hari itu di Fatahillah lagi ada acara Lomba Siul Burung gitu dech, jadi pemandangan Fatahillah dari luar bikin gw ilfil habis. Sampailah gw di Dasaad Musin Building, nah gedung ini adalah satu-satunya gedung yang gk bisa gw bayangin di otak gw. Makanya pas gw liat Dasaad Musin Building dari luar, gw tuh yang norak dan langsung terkagum-kagum sambil membayangkan Batu, Kalek dan Gatot mengintai dari dalam gedung ini. Sebenarnya rasa penasaran gw pengen tau dalamnya gedung ini kaya gimana. Kenapa? Karena dari gedung inilah alkisah terowongan rahasia yang melintasi Fatahillah sampai dengan Monas, tempat dimana Meede disembunyikan.

Gw di depan Dasaad Musin Building

Dari sini, gw dan yang lainnya dibagi dalam beberapa kelompok untuk melanjutkan perjalanan naik bus ke gereja Sion dan tujuan akhir Pulau Onrust. Sayang, saat gw sampai di Gereja Sion, kita tidak bisa masuk kedalam untuk menapaki jejak Cathleen saat bertemu Gatot untuk pertama kalinya. Walhasil gw Cuma bisa memadangi dari jauh, sedikit menyesal juga nih gw disini. Sayang banget gw gk bisa masuk ke Gereja Sion.

Dan tiba waktunya, kita semua bertolak menuju Pulau Onrust. Naik bis ijo menuju Ancol lengkap dengan panas menyengat. Untung perjalanan dari Gereja Sion menuju Ancol gk pake lama dan macet. Jadi gk berasa di sauna dech gw. Ini dia bis ijo lucu yang jadi kendaraan pecinta Meede… berasa khan napak tilasnya hehehehe

Menanti di dermaga Marina Ancol, lumayan lama juga nih gw disini. Tapi waktu gk berasa karena gw sdh gk sabar mo ke Onrust, sebuah pulau yang dalam kisah merupakan tempat di mana Harta Karun VOC ditimbun.

..bersambung ke bagian 2 ya…..

:: Just an Ordinary Me ::

Advertisements