Pertanyaan ini kadang suka terlintas dalam pikiran gw. Dan semakin sering terpikirkan sama gw dimana beberapa waktu yang lalu gw sempat membahas soal ini dengan teman gw dita, yang demen banget nonton film n baca buku, sedangkan gw paling males n jarang banget nonton film. Hati gw lebih sreg buat baca buku. Kalau ada film yang akan rilis diadaptasi dari buku n gw belum baca bukunya, pasti secepat kilat gw akan lahap dulu tuch buku sebelum filmnya rilis hahaha

Terhitung tidak sedikit film-film yang diadaptasi dari buku, inilah yang membuat gw jadi tertarik nonton film karena hanya dengan alasan bahwa film tersebut diambil dari buku. Kenapa gw harus nonton film yang diadaptasi dari buku dan kebetulan buku itu sudah gw baca? Mungkin alasannya sama aja dengan yang lain, ingin membandingkan isi buku dengan film dan melihat visualisasi cerita tersebut. Yang gw rasain setelah menonton film yg diadaptasi, memang hasilnya nggak selalu memuaskan gw, selalu ada aja yang kurang. Jelas pasti tidak sama persis dengan buku..tidak semua adegan harus divisualisasikan secara buku itu tebalnya bisa 600 atau bahkan ada yang 1000 halaman. Khan tidak mungkin bisa dengan gamblang tergambar hanya untuk durasi yang notabene sekitar 2 jam atau lebih. Tidak ada yang kurang dengan film-film tersebut karena biasanya hanya menarik benang merah dari plot di buku tersebut. Dan tidak mengurangi esensi penting dari buku tersebut.

Gw selalu merasa feel nya gk dapet kalau gw liat tu film???? Kyanya ada yang kurang dech. Tapi setelah gw melakukan sedikit survei ke beberapa temen gw yang sudah baca buku n nonton filmnya juga ternyata opini mereka berbeda-beda lho, feel yang mereka dapati serta harapan mereka untuk film yang diadaptasi sangat beragam. Mungkin kalau menurut sedikit penelitian gw *cie..gaya..peneliti xixixi* pada saat seseorang membaca buku, efeknya memang beda beda di masing personal. Karena biasanya khayalan dari si pembaca terhadap buku itu tergantung dari setinggi apa khayalannya *alah..bahasanya..wakakaka*

Paradigma gw sedikit terbuka pada saat gw tiba-tiba tanpa sengaja dan niatan menonton stardust..gw tahu film tersebut adaptasi dari buku dan gw belum baca bukunya…ternyata feel yang gw dapet setelah nonton film itu berbeda..ini adalah film pertama gw yang gw tonton tanpa membaca bukunya terlebih dahulu…apalagi setelah itu gw baru melahap bukunya. AHA perasaan gw beda banget ibarat kata kita seperti memasang puzzle tapi ada beberapa piece yang hilang..pas baca bukunya ketemu dech bagian-bagian yang hilang walhasil gambar di puzzle tersebut jelas…^_^

So..nggak ada yang salah sama film film yang diadaptasi dari buku..malah jadi tantangan tersendiri buat sutradaranya agar penggemar dari buku yang diadaptasi tersebut tidak kecewa, setidaknya. Sekarang ekspetasi gw terhadap suatu film yang di angkat dari buku tidak sebesar dahulu kala..sekarang gw coba memposisikan diri gw untuk tidak membandingkan-bandingkan…karena penulis & sutradara itu jelas berbeda,,yang gw tarik sekarang hanyalah setidaknya film & buku punya misi yang sama di ending storynya….

And gw tetap untuk memilih ”buku duru baru filmnya” gw lebih senang dgn pengalaman saat ikut berpetualang di dalam buku & mengembangkan imaji gw sendiri tanpa ada batasan 🙂

:: Just an ordinary me ::

Advertisements